Senin, 21 Maret 2011

askep aspirasi mekonium

ASUHAN KEPERAWATAN ASPIRASI MEKONIUM


A.PENGERTIAN

Terisapnya cairan amnion yang tercemar mekonium ke dalam paru yang dapat terjadi pada saat intra uterin, persalinan dan kelahiran.

B.ETIOLOGI

  • Riwayat persalinan postmatur
  • Riwayat janin tumbuh lambat
  • Riwayat kesulitan persalinan, riwayat gawat janin, asfiksia berat
  • Riwayat persalinan dengan air ketuban bercampur mekonium

C.PENGKAJIAN

  • Cairan amnion tercemar mekonium
  • Kulit bayi diliputi mekonium
  • Tali pusat dan kulit bayi berwarna hijau kekuningan
  • Gangguan napas (merintih, sianosis, napas cuping hidung, retraksi, takipnue)
  • Biasanya disertai tanda bayi lebih bulan

Pemeriksaan Laboratorium :
  • Preparat darah hapus, kultur darah, darah rutin, analisa gas darah (hipoksemia, asidemia)
  • Pemeriksaan sinar X dada

D. KOMPLIKASI

  • Hipoksia serebri, gagal ginjal, keracunan O2, pneumothorak
  • Sepsis, kejang, retardasi mental, epilepsi, palsi serebral

D.PENATALAKSANAAN MEDIS

    • Tindakan resusitasi
    • Pemberian antibiotika
    • Terapi suportif : infuse, oksigen, jaga kehangatan, pemberian ASI

E. ASUHAN KEPERAWATAN

No
Diagnosa Keperawatan
Tujuan/Kriteria
Rencana Tindakan

1.



Resiko cedera berhubungan dengan sepsis neonatal

Tidak terjadi cedera

Kriteria :
  • Bayi menerima terapi sesuai pesanan
  • Bayi mengalami kultur ulang setelah tindakan medis yang menunjukkan tak ada ‘pertumbuhan’ atau komplikasi lain.
  • Bayi mengalami normotermik

  • Pertahankan isolasi : perawatan isolasi
  • Ubah posisi tiap 2 jam
  • Observasi tanda vital setiap 2 jam, beritahu perubahan dan laporkan dokter sesuai kebutuhan
  • Pantau tanda vital
  • Pertahankan suhu lingkungan netral
  • Periksa suhu setiap 2 jam
  • Pertahankan prosedur mencuci tangan ketat
  • Ajarkan tehnik mencuci tangan pada orang tua sebelum memegang bayi
  • Berikan oksigen sesuai pesanan
  • Lakukan AGD periodik sesuai pesanan
  • Rencanakan periode istirahat; hindari memegang yang tak perlu



No
Diagnosa Keperawatan
Tujuan/Kriteria
Rencana Tindakan



















































































































  • Lakukan tindakan pendinginan bila bayi menggigil, mis., lepaskan sumber pemanas eksternal atau selimut berikan mandi hangat
  • Dengan perlahan rangsang bila apnea dengan menggosok dada, menggoyang kaki
  • Pertahankan peralatan resusitasi di dekatnya
  • Observasi terhadap tanda fokal kacau mental
  • Hisap lendir hidung dan mulut sesuai kebutuhan
  • Miringkan kepala
  • Lindungi dari gerakan membentur sisi inkubator atau box
  • Berikan oksigen sesuai kebutuhan
  • Bantu dokter dalam kerja septik sesuai indikasi
  • Berikan antibiotik sesuai pesanan
  • Beri penkes pada ortu tentang pemberian obat (nama obat, dosis, waktu, tujuan, efek samping), pentingnya rawat jalan, gejala kekambuhan







No
Diagnosa Keperawatan
Tujuan/Kriteria
Rencana Tindakan

2.



Perubahan nutrisi : kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan bayi malas minum

Kebutuhan nutrisi terpenuhi

  • Kriteria:
  • Bayi tidak kehilangan berat badan
Bayi mampu mempertahankan/menunjukkan peningkatan berat badan

  • Berikan cairan parenteral sesuai pesanan
  • Ukur masukan dan haluaran
  • Timbang berat badan bayi setiap hari
  • Berikan makanan melalui sonde sesuai pesanan
  • Catat aktifitas bayi dan perilaku makan secara akurat
  • Observasi koordinasi reflek menghisap/menelan
  • Berikan kebutuhan menghisap pada botol sesuai indikasi




Tidak ada komentar:

Poskan Komentar